“One Litre of Tears”


“Film ini bagus, Man. Nonton deh!! Gua jamin pasti lu nangis”

“Ah, mana mungkin. Gua bukan tipe orang yang suka nangis kalau lagi nonton. Apalagi kalau udah dikasih tau bakal nangis.”

One Litre of Tears, judul film yang ditawarkan teman saya.

“ Judulnya aja begini, Man”, tegasnya

Saya tidak terlalu bisa bahasa Inggris, sehingga judul itu tidak saya pahami maksudnya. Baru saya tahu artinya ketika saya membuka kamus di rumah.

Filmnya tentang seorang anak berusia 15 tahun yang terkena penyakit spinocerebellar degeneration, seperti gangguan sel pada otak yang dapat merusak seluruh jaringan tubuh sehingga dapat menyebabkan lumpuh total secara bertahap. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Cerita nyata yang difilmkan ini menjadi sangat dramatis ketika iringan musiknya sangat mendukung sekali sesuai judulnya.

Saya pun sempat mengacuhkan film ini beberapa hari karena film yang biasa saya tonton dan biasa teman saya tawarkan itu film aksi. Saat baru mulai menonton ternyata ada terjemahan bahasa Inggrisnya. Sebelum saya lanjutkan, saya sempat mencari-cari kalau-kalau ada terjemahan bahasa Indonesianya. Pikir saya, bagaimana saya bisa menangis kalau saya tidak mengerti isi film ini. Ternyata memang tidak ada, dan karena resolusi gambar yang bagus, film Jepang pula, saya coba lanjutkan 1 episode dulu (film ini ada 11 episode) untuk menontonnya. Ternyata filmnya memang bagus, tak heran dalam 2 hari saya selesai menonton film ini, padahal 1 episodenya kurang lebih 1 jam.

Tak pelak, teman-teman seangkatan sudah banyak yang menonton film ini.

“Episode ke berapa lu nangis?”, tanya seorang teman.

Memang di episode kedua sudah membuat mata saya mendidih, dan di episode kelima dan selanjutnya mata saya selalu mengalirkan air mata. Itulah sisi melankolis dari seorang Firmansyah mungkin.(^_^)

Teramat sayang, kalau hanya tangisan yang kita dapat dari film ini, padahal pelajaran dan pengamalan amat berharga bisa kita dapat dari film ini. Tengoklah bagaimana Aya (si anak yang terkena penyakit) menghadapi penyakit ini. “Tuhan tidak adil”, katanya.

Padahal jelas..

  • Al-Baqarah : 286. artinya :” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
  • Ath Thalaaq : 7. artinya : “…Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”
  • Al Insyirah (94). Artinya :

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3. yang memberatkan punggungmu ?

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

  • Al- An’aam: 152. artinya : “…Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu, dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.”

Posisikanlah diri kita pada diri Aya, apakah kita akan bertahan menghadapi ujian itu sedangkan Allah berulangkali menegaskan bahwa tak ada beban yang Allah berikan kepada kita kecuali sesuai kesanggupan kita. Masih kita pungkiri kah hal itu, setelah sekian banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, dan belum tentu kita sudah mensyukurinya.

“Tapi kenapa harus saya?” kata Aya. Padahal di Alqur’an sudah dinyatakan ..

  • Al-Insaan : 28. Artinya: “Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka,….”
  • Al-Infithaar (82). Artinya :

6. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

7. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

  • Al-qiyaamah : 38. artinya :” kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,
  • At-Tiin : 4. Artinya : “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Saya hanya berharap (ini tidak terjadi pada diri saya, tetapi) kalau saja suatu saat ada sesuatu yang terjadi pada diri saya sehingga tubuh saya menjadi tidak sempurna atau mungkin nanti ketika punya anak dengan lahir dalam keadaan yang tidak seperti rata-rata bayi dilahirkan, mudah-mudahan saya akan terus tertuju kepadaNya, karena dengan lembut Allah sudah memberitahu…

  • Al-Mu’minuun : 14. artinya :” Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
  • Al-Mu’min : 67. Artinya :”Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpa darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”
  • Al-Hajj : 5. artinya : “…maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya….”

Salah satu contoh orang yang berhasil dengan baik sekali melewati penyakit yang mirip seperti di film ini, yaitu adiknya Aa Gym dan dapat merubah salah satu cara berpikir Aa Gym sedemikian rupa sehingga seperti yang kita lihat sekarang ini.

Sebenarnya Aya di film ini sudah sangat gigih menghadapinya seperti kita lihat dalam lirik lagunya “tsuyoku mae he susume” (be strong, go forward, move ahead), tetapi sayang, hanya tertuju pada dunia, dia tidak melakukan yang seharusnya. Kita seharusnya tahu apa yang akan kita hadapi setelah mati.

  • Shaad : 34. artinya :”Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.
  • Fushshilat : 18. artinya:”Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman …”
  • Fushshilat : 22. aritnya:” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”
  • Yunus : 92. artinya : “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”
  • Attin (95). Artinya :

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Itu mungkin dari seorang Aya yang terkena penyakit, yang bisa kita ambil pelajarannya. Kalau saya pribadi sebenarnya lebih iri pada kondisi keluarganya yang penuh dengan komunikasi apabila ada masalah, contohnya pada saat makan (Itadakimasu!!).

Saya bayangkan ketika Ako (adiknya Aya) bersedia tidur di atas (tempat tidurnya tingkat dengan Aya) waktu Aya sudah mulai lumpuh, saya bayangkan lagi bagaimana ibunya bersikap menghadapi penyakit anaknya.

Apakah kita harus bersikap seperti itu (bersikap baik terhadap anggota keluarga-red), setelah ada dari anggota keluarga kita yang sakit. Padahal sudah jelas, gunakanlah waktu lapang mu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, waktu kaya sebelum jatuh miskin,gunakan waktu sehat sebelum sakit, gunakan masa hidupmu sebelum mati, agar kita tidak menyesal belakangan nanti.

Al-An’aam : 27. artinya : “ Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).”

Aduhai, “Kiranya kami dikembalikan ke dunia….”

Mau kah kau mengatakan ini di akhirat, dimana tempat penyesalannya sudah tidak ada gunanya lagi? People can be change. Perbaikilah semuanya sekarang, selagi sempat sebelum semuanya terlambat. Selagi masih di dunia, walau itu sulit, tapi kita harus yakin bisa! Saya rasa, karena itulah mengapa saya menangis, cukup pantas. Saya tidak mau menyesal. Saya harus memperbaiki kesalahan yang pernah saya perbuat. Saya harus mendesain kembali kondisi keluarga saya menjadi keluarga yang harmonis.

Masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam film ini, tergantung dari kehidupan sehari-sehari teman-teman.

Pada akhirnya, kita harus semangat dalam hidup ini. Kita harus bisa memanfaatkan sesuatu yang kita punya sekarang dengan baik, yaitu dengan 5 perkara sebelum 5 perkara, gunakan waktu lapang sebelum waktu sempit, masa muda sebelum masa tua, waktu kaya sebelum jatuh miskin, gunakan waktu sehat sebelum sakit, gunakan masa hidupmu sebelum mati.

Al-‘Ashr (103). Artinya :

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

 

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: