Saya iri padamu nay…


Di depan multazam saya pernah berdoa agar dikaruniai istri yang memudahkan saya untuk masuk surga. Doa yang aneh memang, karena seharusnya suami yang membimbing keluarga agar terhindar dari api neraka [1].
#kalah 1-0

Tidak mudah menjadi suami yang baik [2]. Apalagi menjadi suami dari istri yang hebat sepertinya. Paling tidak saya berusaha menjadi suami yang tidak mengecewakannya sementara ini, apalagi dengan jarak yang memisahkan kita.
#kalah 2-0

Syahidnya seorang pria itu ketika meninggal di medan jihad, sebanding dengan syahidnya seorang wanita yang meninggal saat melahirkan [3]. Saya belum juga pergi ke medan jihad sedangkan istri sudah pernah melahirkan.
#kalah 3-0

Sehebat apapun seorang ayah menafkahi keluarga tetap saja menjadi urutan keempat untuk seorang anak berbakti kepadanya setelah ibu, ibu, dan ibu [4].
#kalah 4-0

IMG-20131216-WA0006

Anak yang salih itu impian. Matipun tak menyesal karena dari doa-doanya pahala terus mengalir walau di dalam kubur [5]. Tetapi lagi-lagi ibu mendapat pahala berlipat karena ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya [6].
#kalah 5-0

Setiap bacaan Qur’an anaknya, tak terhitung kelipatan pahala yang juga didapat ibunya. Karena sang ibu yang mengajarkan pertama kali alif, ba, ta, tsa…dan setiap huruf hijaiyah dengan tajwidnya [7].
#kalah 6-0

Image

Ribuan rukuk dan sujud anaknya, sampai juga pahala ke ibunya. Karena sang anak teringat perkataan ibunya, “perbanyak dan panjangkan rukuk dan sujudmu nak, hingga Allah ridha padamu” [8].
#kalah 7-0

Jutaan sedekah yang dikeluarkan anaknya pun memberikan pahala ke ibunya, karena sang ibu yang mengajarkannya tentang berbagi [9].
#kalah 8-0

Puluhan kebaikan yang dibiasakan yang dilakukan anaknya; memulai segalanya dengan bismillah, mengakhirinya dengan alhamdulillah, membiasakan dengan tangan kanan, menghormati orang tua, berbicara santun, jujur, ramah dan lainnya, dirasakan juga pahalanya oleh ibunya, karena sang ibu yang mengingatkan dan membiasakannya [10].
#kalah 9-0

Image

Setiap amal salih yang dikerjakan anaknya, dinikmati juga pahalanya oleh ibunya, karena sang ibu tidak sampai membiarkan orang lain yang mengajarkannya terlebih dahulu [11].
#kalah 1001-0

Saya iri padamu nay…

_______________________

[1] “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim : 6)

[2] “Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi)

[3] “…Wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid…” (HR. An Nasa’i)

[4] “Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi saw menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi saw menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi saw menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari)

[5] “Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya” (HR. Muslim)

[6] “Ibu adalah sebuah madrasah, yang jika kamu menyiapkannya berarti kamu menyiapkan sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya” (Penyair, Dinukil oleh syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab “Makaanatul mar-ati fil Islam” (hal. 5).

[7] “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Lam’ satu huruf, ‘Mim’ satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

[8] “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al Hajj : 77)

[9] “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261)

[10] “…Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah : 110)

[11] “Sesiapa yang mengajarkan satu ilmu maka dia memperolehi ganjaran pahala orang yang mengamalkannya tanpa dikurangkan sedikitpun pahala orang yang melakukannya.” (HR. Ibnu Majah)

Note : silahkan share tulisan ini,, semoga orang-orang yang melakukan amal kebaikan karena tulisan ini pahalanya mengalir juga ke kita..aamiin

Image

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: