Prabowo for President?


Hmmm…Pilpres kali ini sangat menarik tetapi cukup menyebalkan bagi saya. Menyebalkan karena tidak ada calon presiden yang saya jagokan sebelumnya sehingga tidak ada kuda hitam untuk pelarian. Karena bagaimanapun saya berusaha menjadi warga negara yang baik dan menjadi Muslim yang taat pada fatwa MUI yang tidak boleh golput saat Pemilu. Sedangkan calon yang ada terlalu mainstream, sangat dominan baik kekurangan maupun kelebihannya.

Menarik dari sisi pendukung masing-masing capres yang sangat terlihat sejak awal mengungkap kehebatan-kehebatan capresnya dan karena hanya dua calon sehingga masing-masing pendukung bisa fokus menyingkap aib-aib lawannya. Bahkan dosen yang saya kagumi yang seharusnya rasional terlihat fanatik mendukung salah satu calon. Selain itu kakak saya yang biasa ayu mayu dengan senyumnya jika berbicara dengan orang lain kini seperti macan bertaring saat update status di media sosial tentang pencapresan ini. Sedangkan atasan saya meng-add facebook saya hanya karena ingin share tentang kejelekan capres lain kalau menjadi presiden. Lucu ya..

Sayangnya masing-masing pendukung ini biasanya cuma jadi corong yang tidak rasional. Ketika ada kelemahan lawan langsung diumbar, ketika capres yang diusungnya punya kesalahan mereka diam seribu bahasa sampai ada berita klarifikasi darimanapun asalnya. Tetapi justru dari mereka ini saya juga banyak mendapat banyak informasi yang kemudian saya filter sedemikian rupa sehingga saya meyakini mana yang benar dan mana yang hanya isu belaka.

Hahaha…benar-benar menarik melihat masing-masing capres seperti ditelanjangi. Ini yang membuat swing voters benar-benar ‘wait & see’ untuk menentukan pilihan. Saya punya cara sendiri untuk menjadi swing voter ini. Fanpage masing-masing capres saya ‘Like’ agar saya bisa mengetahui sejauh mana masing-masing capres menjual Visi Misinya dan menyikapi isu-isu yang berkembang. Sayapun tidak segan-segan menjadi bunglon. Mendukung ketika yang lainnya mendukung, tidak mendukung ketika yang lainnya mendukung. Ketika saya berada diantara pendukung Prabowo, saya menjadi pendukung Jokowi. Ketika saya berada diantara pendukung Jokowi, saya menjadi pendukung Prabowo.

Dan akhirnya pemilih punya dasar keyakinan untuk mencoblos pada 9 Juli ini. Termasuk saya, yang terus melihat, memperhatikan, dan menimbang untuk kemudian di satu minggu terakhir ini saya sudah mulai cenderung untuk memutuskan pada satu pilihan. Hahaha…ingat ya…ini sebuah kecenderungan…karena sebenarnya ga yakin-yakin amat sih.

Itu kenapa judul tulisan ini masih tetap dengan tanda tanya. Karena kecenderungan ini bisa jadi salah, tetapi semoga pertimbangan-pertimbangan yang saya tulis di status Facebook pada 24 jam terakhir ini bisa menjelaskan keputusan yang saya ambil demi mudharat yang lebih kecil. Tentu dengan harapan, para swing voters mengikuti langkah saya ini untuk akhirnya memilih Prabowo-Hatta walaupun pada tulisan sebelumnya saya memilih Jokowi jika hanya Jokowi dan Prabowo yang maju.

image

Yang terpenting adalah apapun hasil dari Pilpres 9 Juli ini harus kita dukung dan jangan pada rusuh ya… :p

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: